SUANGGI: ILMU KUTUKAN Hadirkan Horor yang Terinspirasi dari Kisah Nyata Indonesia Timur ke Layar Lebar Tahun 2026

 


JAKARTA – Industri perfilman Indonesia terus berkembang dengan menghadirkan kisah-kisah yang berakar pada kekayaan budaya Nusantara. Tahun ini, film Suanggi: Ilmu Kutukan hadir sebagai karya horor yang terinspirasi dari salah satu warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur yang nyata dan ada sampai saat ini. 

Suanggi merupakan salah satu kisah yang dikenal luas di daerah Papua, Sulawesi, Maluku, NTT, NTB, dan sejumlah wilayah Indonesia Timur. Warisan budaya ini punya pengalaman berbeda di setiap daerah, ada yang mengenal Suanggi sebagai sosok nenek atau kakek tua, ada yang melihat mata merahnya, dan ada yang melihat dalam bentuk bola api, dan sebagainya. Melalui film ini, cerita tersebut diadaptasi secara kreatif sebagai karya fiksi yang menghormati nilai-nilai budaya lokal, sekaligus menyajikannya dalam narasi yang relevan bagi penonton masa kini. 

“Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat yang luar biasa dan layak mendapat ruang lebih luas di industri kreatif. Kami menelusuri dalam tentang Suanggi dan mencoba memadukan bagaimana budaya Indonesia Timur ini punya nilai universal yang dapat dinikmati siapa saja se-Nusantara karena film ini juga bicara tentang keluarga, kepercayaan, ketakutan, dan perjuangan manusia.” 

— Dom Dharmo, Sutradara Film Suanggi: Ilmu Kutukan

Berbeda dari film horor pada umumnya yang banyak mengambil inspirasi dari mitos populer di Pulau Jawa, Suanggi: Ilmu Kutukan menghadirkan perspektif baru. Dari sisi produksi, Mutiara Films & Subtube Studio memadukan riset budaya, pengembangan karakter yang kuat, sinematografi yang menampilkan lanskap khas Indonesia Timur, serta tata suara yang dirancang untuk membangun atmosfer horor yang autentik. 

“Memang kami ingin cari suasana lain dari perfilman Indonesia, tidak itu-itu saja, dari Indonesia Barat. Kami mewakili bukan cuma Papua, tetapi mewakili orang Indonesia Timur. Suanggi itu adalah kekuatan yang amat berbahaya jika berada di tangan yang salah. Segala sesuatu yang berlebihan atau berkekurangan adalah tidak baik. Suanggi ini awalnya bukan ilmu yang jahat, memang ilmu ini banyak membantu, seperti untuk penyembuhan, mencari nafkah, sesuatu yang baik... Ketika ilmu jatuh di tangan yang salah, karena punya kekuatan, akhirnya berubah fungsi atau disalahgunakan.” 

— Bona Pascal, Produser Film Suanggi: Ilmu Kutukan Salah satu pemeran utama Suanggi: Ilmu Kutukan, Carissa Perusset, mengungkapkan bahwa film ini sungguh menantang dan membuatnya banyak belajar budaya baru. 

“Persiapan saya dibantu dengan adanya coach dan teman-teman casts dari Papua. Saya memerankan karakter Gia yang merupakan outsider, pacarnya si Beni. Sebenarnya saya dan karakter Gia tidak beda jauh, sama-sama introvert, tapi tetap saja saya banyak belajar di film ini dengan karakter yang baru.” 

— Carissa Perusset (sebagai Gia)

Sementara itu, Iwa K yang memerankan karakter Aroba mengaku melakukan observasi mendalam yang sangat menarik selama proses produksi.

-NRE

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Penerbangan Terakhir Ajak Perempuan Kenali Taktik ‘Ganteng-Ganteng Manipulatif’ di Balik Kokpit

Film Para Perasuk Karya Wregas Bhanuteja Wakili Indonesia, World Premiere dan Berkompetisi di World Cinema Dramatic Competition di Sundance Film Festival 2026

Bikin Ibu Mana pun Menangis, Film Air Mata di Ujung Sajadah 2 Tunjukkan Dilema Dua Sosok Ibu Lewat Perilisan Official Trailer dan Poster